Rabu, 27 Januari 2016

Masuk Ormawa, Siapa Takut?


   Ketika memasuki dunia kampus, banyak ditemui berbagai tipe mahasiswa. Ada mahasiswa yang sangat mengutamakan nilai akademis, ada pula mahasiswa yang gencar mengikuti ormawa. Kedua pilihan tersebut tidak ada yang salah. Tapi tahukah kita bahwa dunia kampus adalah kesempatan untuk belajar bermasyarakat sebelum terjun ke masyarakat sesungguhnya yang kompleks.
   Ketakutan yang sering ditemui di kalangan mahasiswa adalah takut jika nilai akademis akan turun jika terlalu sering mengikuti organisasi. 
   Menurut salah satu mahasiswa yang sejak menjadi maba telah menjadi anggota ormawa, pilihan untuk tidak mengikuti ormawa sungguh disayangkan karena ormawa adalah tempat kita belajar mengabdi sebelum mengabdi di masyarakat sesungguhnya.
Jadi apa saja manfaat mengikuti ormawa??
Pertama, kita bisa menambah koneksi. Teman, relasi, hingga tawaran pekerjaan akan kita dapatkan jika mengikuti organisasi.
Kedua, skill yang kita miliki akan sering terasah. 
Ketiga, yang pasti akan berlatih untuk bermasyatakat.
Keempat, di dalam ormawa kita juga diajari dalam memanajemen waktu. Otomatis hal tersebut akan berdampak pada cara belajar yang semakin disiplin. Jika sudah seperti itu, nilai akademis kita pasti akan berubah menjadi lebih baik.
Kelima, mungkin para jomblo yang mengikuti ormawa akan mendapatkan jodohnya disini. 😁

Setelah membaca keuntungan mengikuti ormawa, masihkah kita mahasiswa masih takut terjun dalam ormawa di kampus?? 


Rabu, 20 Januari 2016

Script Film Pendek Berbahasa Mandarin : Tang Ni Ya在哪里?



Ini adalah salah satu tugas Mata Kuliah Percakapan dan Pendengaran di semester 2, yaitu membuat film menggunakan bahasa Mandarin. Berikut ini adalah scriptnya.



Tugas Mengarang Bahasa Mandarin: 我的幸福



我叫梦琪,在日惹学习音乐,就是在印尼美术学院。我已经几个月没有见到爸爸和妈妈了。昨天爸爸打了电话。他说明天他和妈妈要来日惹看我。我高兴极了。正好明天星期五我没有课。啊,对了。如果他们要看我,他们一定住在我的房间。因为前几天我总是很晚回宿舍来了,所以不能打扫房间。房间里很脏。当然妈妈生我的气了。我想一下。终于,我发现了一个主意。我要请爸爸和妈妈住在宾馆。

Selasa, 19 Januari 2016

Teori Belajar Humanistik pada Film The Freedom Writers



Sosok Guru pada Film “The Freedom Writers”
Sosok guru pada film tersebut adalah sebagai tokoh utama. Diceritakan bahwa pada saat itu adalah pertama kalinya Erin menjadi seorang guru. Ia mengajar Bahasa Inggris Dasar di SMP yang berada di lingkungan yang kurang bersahabat. Erin mengajar siswa dari berbagai kelompok, suku bangsa, serta warna kulit. Perbedaan itulah yang membuat sebuah kesalahpahaman biasa bisa menjadi pertikaian antar kelompok.