Selasa, 19 Januari 2016

Teori Belajar Humanistik pada Film The Freedom Writers



Sosok Guru pada Film “The Freedom Writers”
Sosok guru pada film tersebut adalah sebagai tokoh utama. Diceritakan bahwa pada saat itu adalah pertama kalinya Erin menjadi seorang guru. Ia mengajar Bahasa Inggris Dasar di SMP yang berada di lingkungan yang kurang bersahabat. Erin mengajar siswa dari berbagai kelompok, suku bangsa, serta warna kulit. Perbedaan itulah yang membuat sebuah kesalahpahaman biasa bisa menjadi pertikaian antar kelompok.
Erin terus menganalisis kondisi lingkungan pergaulan para siswanya, dan akhirnya memutuskan untuk menata kembali tempat duduk mereka, sehingga mereka tidak bisa duduk berdekatan dengan teman sekelompok. Meskipun pada awalnya tetap saja terjadi pertikaian, Erin tidak putus asa. Erin juga mengorbankan tenaganya untuk membelikan buku bacaan bagi masing – masing siswa, serta memberikan buku catatan agar masing – masing siswa dapat mencurahkan pikirannya pada buku catatan tersebut. Sesekali ia juga mengadakan tur ke museum bersama para siswanya, dan hal tersebut membuat semua siswa di kelas itu menjadi sangat akrab dan tidak ada lagi pertikaian antar kelompok. tidak hanya menjadi pengajar yang baik, Erin juga menjadi sosok orangtua bagi mereka. Sehingga, mereka merasa nyaman dalam menerima pelajaran di kelas. Nilai mereka membaik, serta semakin rajin membaca buku karena Erin membiasakan mereka untuk membaca buku. Kehangatan hubungan di kelas itu juga berdampak baik pada Marcus, salah satu siswa yang akhirnya kembali tinggal bersama ibunya setelah lama hidup bersama kelompoknya di jalanan.
            Meskipun dalam melaksanakan setiap kegiatannya Erin tidak pernah didukung oleh pihak sekolah, hal tersebut tidak membuatnya berdiam diri. Ia berusaha mewujudkan keinginan para siswanya untuk bertemu langsung dengan penulis novel Anna Frank, meskipun butuh usaha sangat besar. Namun Erin tidak lagi sendirian karena semua siswa di kelasnya berinisiatif untuk mencari dana sendiri dengan membuat berbagai kegiatan positif yang mendatangkan banyak uang.
            Erin sangat total ketika menjadi seorang guru, meskipun pada kenyataannya membeli banyak buku untuk para siswanya tentu sangat memberatkan keuangannya sendiri. Film ini berakhir bahagia karena Erin berhasil mengubah mindset para siswanya yang awalnya tidak menyukai kehadiran kelompok lain di lingkungannya, kini menjadi saling menyayangi satu sama lain layaknya sebuah keluarga, serta tidak ada lagi diskriminasi antar kelompok.
Teori Belajar pada Film “The Freedom Writers”
Teori belajar yang sangat menonjol pada film The Freedom Writers adalah teori belajar humanistik. Menurut ajaran teori belajar humanistik, belajar dianggap berhasil jika siswa memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya.  Menurut teori belajar humanistik, tujuan utama para pendidik adalah membantu siswa untuk mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan potensi – potensi yang ada dalam diri mereka.
Diceritakan pada film tersebut bahwa sosok guru berusaha memahami perilaku siswanya dengan membaca setiap buku catatan yang berisi curahan hati mereka. Tidak hanya memberi materi pelajaran, dalam film tersebut sosok guru juga berusaha menjadi orangtua yang mengerti keadaan para siswanya dengan melakukan pendekatan pribadi pada siswa yang bermasalah.
Salah satu bentuk pendidikan humanisme adalah pendidikan terbuka. Pendidikan Terbuka adalah proses pendidikan yang memberikan kesempatan kepada murid untuk bergerak secara bebas di sekitar kelas dan memilih aktivitas belajar mereka sendiri, sedangkan guru hanya berperan sebagai pembimbing. Dalam film tersebut terdapat sebuah situasi di dalam kelas dimana ketika guru akan memberikan buku catatan pada masing – masing siswa, guru tersebut berkata bahwa pada hari itu mereka bebas melakukan aktivitas yang mereka sukai, baik itu bermain game atau membaca buku. Meskipun mereka bebas beraktivitas di dalam kelas, guru tersebut tetap membimbing setiap aktivitas yang mereka laksanakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar