Sosok Guru pada Film “The Freedom
Writers”
Sosok
guru pada film tersebut adalah sebagai tokoh utama. Diceritakan bahwa pada saat
itu adalah pertama kalinya Erin menjadi seorang guru. Ia mengajar Bahasa
Inggris Dasar di SMP yang berada di lingkungan yang kurang bersahabat. Erin
mengajar siswa dari berbagai kelompok, suku bangsa, serta warna kulit.
Perbedaan itulah yang membuat sebuah kesalahpahaman biasa bisa menjadi
pertikaian antar kelompok.
Erin
terus menganalisis kondisi lingkungan pergaulan para siswanya, dan akhirnya
memutuskan untuk menata kembali tempat duduk mereka, sehingga mereka tidak bisa
duduk berdekatan dengan teman sekelompok. Meskipun pada awalnya tetap saja
terjadi pertikaian, Erin tidak putus asa. Erin juga mengorbankan tenaganya
untuk membelikan buku bacaan bagi masing – masing siswa, serta memberikan buku
catatan agar masing – masing siswa dapat mencurahkan pikirannya pada buku
catatan tersebut. Sesekali ia juga mengadakan tur ke museum bersama para
siswanya, dan hal tersebut membuat semua siswa di kelas itu menjadi sangat
akrab dan tidak ada lagi pertikaian antar kelompok. tidak hanya menjadi
pengajar yang baik, Erin juga menjadi sosok orangtua bagi mereka. Sehingga, mereka
merasa nyaman dalam menerima pelajaran di kelas. Nilai mereka membaik, serta
semakin rajin membaca buku karena Erin membiasakan mereka untuk membaca buku.
Kehangatan hubungan di kelas itu juga berdampak baik pada Marcus, salah satu
siswa yang akhirnya kembali tinggal bersama ibunya setelah lama hidup bersama
kelompoknya di jalanan.
Meskipun dalam melaksanakan setiap
kegiatannya Erin tidak pernah didukung oleh pihak sekolah, hal tersebut tidak
membuatnya berdiam diri. Ia berusaha mewujudkan keinginan para siswanya untuk
bertemu langsung dengan penulis novel Anna Frank, meskipun butuh usaha sangat
besar. Namun Erin tidak lagi sendirian karena semua siswa di kelasnya
berinisiatif untuk mencari dana sendiri dengan membuat berbagai kegiatan
positif yang mendatangkan banyak uang.
Erin sangat total ketika menjadi
seorang guru, meskipun pada kenyataannya membeli banyak buku untuk para
siswanya tentu sangat memberatkan keuangannya sendiri. Film ini berakhir
bahagia karena Erin berhasil mengubah mindset para siswanya yang awalnya tidak
menyukai kehadiran kelompok lain di lingkungannya, kini menjadi saling
menyayangi satu sama lain layaknya sebuah keluarga, serta tidak ada lagi
diskriminasi antar kelompok.
Teori Belajar pada Film “The
Freedom Writers”
Teori
belajar yang sangat menonjol pada film The Freedom Writers adalah teori belajar
humanistik. Menurut ajaran teori belajar humanistik, belajar dianggap berhasil
jika siswa memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Teori belajar ini
berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari
sudut pandang pengamatnya. Menurut teori
belajar humanistik, tujuan utama para pendidik adalah membantu siswa untuk
mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal
diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan
potensi – potensi yang ada dalam diri mereka.
Diceritakan
pada film tersebut bahwa sosok guru berusaha memahami perilaku siswanya dengan
membaca setiap buku catatan yang berisi curahan hati mereka. Tidak hanya
memberi materi pelajaran, dalam film tersebut sosok guru juga berusaha menjadi
orangtua yang mengerti keadaan para siswanya dengan melakukan pendekatan
pribadi pada siswa yang bermasalah.
Salah
satu bentuk pendidikan humanisme adalah pendidikan terbuka. Pendidikan Terbuka adalah proses
pendidikan yang memberikan kesempatan kepada murid untuk bergerak secara bebas
di sekitar kelas dan memilih aktivitas belajar mereka sendiri, sedangkan guru
hanya berperan sebagai pembimbing. Dalam film tersebut terdapat sebuah situasi
di dalam kelas dimana ketika guru akan memberikan buku catatan pada masing –
masing siswa, guru tersebut berkata bahwa pada hari itu mereka bebas melakukan
aktivitas yang mereka sukai, baik itu bermain game atau membaca buku. Meskipun
mereka bebas beraktivitas di dalam kelas, guru tersebut tetap membimbing setiap
aktivitas yang mereka laksanakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar