Jumat, 15 April 2016

Klimis Kembali

   Mengqi sangat merindukan keberadaan Klimis. Ia selalu membayangkan bagaimana keadaan Klimis ketika berada di alam bebas, sedangkan sedikitpun kehidupan Klimis tidak pernah kekurangan makanan. Pikiran Mengqi kacau. Di sisi lain, rasa sungkannya yang tinggi pada tetangga kosnya membuatya tidak bisa menjadi pejuang tai kucing lagi untuk Klimis. Akhirnya sedikit solusi muncul di benaknya.

   Mengqi pergi ke tempat ia membuang Klimis beberapa hari yang lalu. Ia juga membawa kandang kucing dan ikan pindang sebagai umpan. Mungkin orang yang lewat di jalanan tersebut menganggap Mengqi adalah orang gila karena memanggil - manggil nama aneh di sekitar semak - semak. "Persetan dengan pendapat orang tentangku, toh mereka juga tidak mengenalku," Gerutunya.
   Setelah beberapa kali Mengqi memanggil nama Klimis, akhirnya kucing kuning penyakitan itu datang menghampirinya. Klimis nampak lebih kurus, kotor, dan liar. Mengqi langsung meraih tubuhnya dan segera memasukknnya ke dalam kandang. 
   Mengqi pergi menuju dokter hewan yang ada di sekitar kosnya dan sama sekali tidak malu jika kucing yang ia bawa hanya seekor kucing kampung. Tidak hanya itu, biaya periksa dokter hewan lebih mahal dari dokter manusia pada umunya, sehinnga Mengqi harus merogoh kocek lebih dalam untuk menyembuhkan Klimis. Mengqi mah gitu orangnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar