Rabu, 13 April 2016

Pejuang Tai Kucing

   Apa yang orang lain pikirkan tentang seekor kucing yang tiba - tiba datang menghampiri kehidupan kita? Apa yang orang lain pikirkan jika tidak hanya menghampiri, bahkan kucing itu juga menyita sedikit waktu kita? Pasti mereka akan berpikir bahwa memikirkan terlalu keras tentang hal itu adalah sia - sia.

   Bukan Mengqi namanya jika pemikirannya sama dengan orang lain. Ketika mereka berpikir bahwa memikirkan kucing yang datang pada kehidupan kita adalah sia - sia, Mengqi justru memikirkan bagaimana kucing itu agar tidak kelaparan. Maklum, Mengqi adalah pecinta kucing, bahkan kucing jalanan sekalipun.
   Sudah sebulan lebih Mengqi memelihara 4 ekor kucing di kosnya, namun satu diantaranya menderita penyakit muntaber dan penyakit tersebut hampir menyerang kucing lainnya. Kucing penyakitan yang diberi nama "Klimis" itu menjadi sering buang air besar dan muntah tidak pada tempatnya. Bisa dibayangkan, setiap hari, bahkan tiga kali sehari Mengqi bisa membersihkan selokan dan teras kosnya karena tai dan muntahan kucing yang tersebar dimana - mana. Belum lagi harus mengganti pasir yang sengaja disiapkan untuk tempat para kucing buang air.
   Mungkin hari itu adalah momen paling sial bagi Mengqi. Pagi hari, tai dan muntahan kucing sudah menyapanya dengan bau yang tidak sedap. Belum lagi ditambah rasa sungkan pada tetangga kosnya ketika bau tai kucing mewarnai tempat kos tersebut. Mengqi langsung naik pitam, marah besar pada Klimis. Setiap hari harus menjadi pejuang tai kucing yang selalu membersihkan tempat buang air besar dan tempat lain yang dipenuhi tai dan muntahan kucing.
   Kesabaran Mengqi sudah hilang. Ia langsung mengambil kandang kucing dan memasukkan Klimis pada kandang tersebut. Mengqi memutuskan untuk membuang Klimis jauh dari tempat kosnya, namun masih dekat dengan kampusnya. Ternyata perasaan sayang masih bisa mengalahkan rasa benci. Sebelum meninggalkan Klimis di alam bebas, Mengqi memberinya ikan pindang yang biasa ia berikan pada kucing - kucingnya. Sejak Klimis tidak lagi tinggal di kos, Mengqi hanya membersihkan tai kucing yang ada di pasir yang memang sudah ia siapkan untuk tempat para kucing buang air besar. Singkatnya, hingga saat ini Mengqi masih menjadi pejuang tai kucing.
   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar