A. Sinopsis Fim Kungfu Panda 2

Film animasi ini
menceritakan tentang Po dan 5 Pendekar Naga dalam menyelamakan Cina dari ambisi
Shen, seorang pangeran yang ingin menguasai daratan Cina. Namun pada kenyataannya,
Po adalah pendekar muda yang masih perlu banyak latihan. Po telah berlatih
berbagai teknik daan jurus kungfu, dan ia harus mencapai level keterampilan
tertinggi, yaitu latihan mengendalikan diru untuk menemukan kedamaian jiwa.
Master Shifu mengajarkan kepada Po,
bahwa salah satu level kemampuan tertinggi seorang master kungfu adalah saat ia
bisa menemukan “kedamaian jiwa” (inner peace) dalam dirinya. Saat
seseorang mampu menemukan kedamaian jiwa ini, maka ia bisa melakukan apapun
yang ia inginkan. Tidak ada lagi batas ataupun rintangan yang mampu
menghalanginya.
Ketika Po melawan Shen, Po tidak
bisa mengendalikan emosinya hingga terlempar ke sungai. Po terombang – ambing
di aliran sungai, antara hidup dan mati. Justru di saat itulah, ia mulai bisa
belajar di alam bawah sadarnya untuk bisa mengendalikan diri dan membersihkan
jiwanya. Saat bertempur melawan Shen, ia selalu terbawa masa lalunya, dan
dirinya dipenuhi dendam kepada orang tuanya, karena ia merasa bahwa orang
tuanya membuang dirinya. Ia tidak tahu, bahwa orang tuanya begitu sayang
kepadanya. Mereka menyembunyikannya di kotak sayuran justru untuk
menyelamatkannya dari kejaran pasukan Shen yang akan memusnahkan mereka.
Dendam akan masa lalu itulah yang
terus menghantui hidupnya. Perasaannya tidak pernah lepas dari dendam tersebut,
dan selalu terbawa-bawa setiap ia akan bertempur atau melakukan aktivitas.
Perasaan dendam akan masa lalu itulah yang akhirnya menjadi kelemahan dirinya,
menghalanginya untuk mengembangkan potensi dirinya secara maksimal.
Po ditemukan oleh peramal kerajaan
yang bijaksana di tepian hutan. Peramal itupun mengobati luka – luka Po,
sekaligus menasehatinya untuk bisa keluar dari masa lalunya. Po mulai berlatih
dengan alam untuk menemukan kedamaian dalam dirinya. Ia melatih pikiran dan
perasaannya, membiarkannya mengalir bersama nafas dan gerakan tubuhnya. Dendam
itu lama kelamaan mulai mengalir, perasaan sakit hati itupun luruh bersama
penerimaan dirinya secara total terhadap alam dan kehidupan yang telah ia
terima. Ia menjadi ikhlas dalam
hidup, menemukan kembali kedamaian dalam dirinya. Ia belajar, bagaimana
mengalirkan embun, menjadi sebuah lingkaran air yang tidak pecah ketika
terjatuh, dan kemudian mengalirkannya di antara dedaunan. Ia belajar menyerap
energi alam, dan mengendalikannya sesuai dengan apa yang ia inginkan.
Film ini berakhir dengan kemenangan
Po, 5 Pendekar Naga, Master Shifu, dan 2 Pendekar Kungfu Legendaris setelah
mengalahkan Shan dan pasukannya.
B. Analisis Zen Tokoh “Po” dalam Film
Kungfu Panda 2
A.
Ketenangan yang meningkat, tak peduli
bagaimanapun besarnya gangguan emosi atau keraguan
Dalam menemukan sebuah kedamaian jiwa,
diperlukan ketenangan agar dapat fokus pada tujuan. Ketenangan tersebut telah
dilakukan oleh Master Shifu yang berusaha untuk mencapai kedamaian jiwa. Ia
bertapa di gua yang jauh dari keramaian. Dengan kedamaian jiwa tersebut, ia
berhasil mengendalikan embun, seperti dalam cuplikan berikut :
“Setiap
master harus menemukan arahnya pada kedamaian jiwa. Beberapa memilih untuk
bermeditasi selama lima puluh tahun di gua seperti ini, tanpa sedikitpun
makanan dan minuman. Beberapa bisa melalui”. (Master Shifu, 05:14)
B.
Ada perasaan ringan yang timbul dari
pelepasan beban diri dan keinginan
Ketika
kita melepaskan suatu beban dan keinginan dari dalam diri, perasaan ringan akan
tumbuh. Tidak akan ada beban yang menghalangi untuk tetap mencapai tujuan.
Seperti Po yang mulai berlatih dengan alam
untuk menemukan kedamaian dalam dirinya. Dendam itu lama kelamaan mulai
mengalir, perasaan sakit hati itupun luruh bersama penerimaan dirinya secara
total terhadap alam dan kehidupan yang telah ia terima. Ia menjadi ikhlas dalam hidup, menemukan kembali
kedamaian dalam dirinya.
C.
Ada perasaan kembali, perasaan telah
menemukan kembali kesederhanaan alami hidup yang bersemi dari penemuan kembali
sebuah hakikat pikiran.
Setelah
melepaskan beban dalam diri, ada perasaan telah menemukan kesederhanaan alami. Seperti
ketika Shan mengalami kekalahan dan menyadari keburukan yang selama ini
menguasai dirinya. Hal yang sama juga pernah dialami oleh Po ketika dendam masa
lalu keluarganya membuat Po tidak bisa mengendalikan emosi.
“Kamu dapat meninggalkan tingkatan
dari yang lalu, karena itu tidak masalah. Hal yang terpenting adalah apa yang
kamu pilih sekarang.” (Po, 01:15:55)
D.
Segala tindakan dilakukan karena “benar”
untuk dilakukan tanpa memandang akibat dan pamrihnya
Daftar Rujukan:
Tim
Ekayana. 1996. Zen. Bandung: Ekayana
Mantap
BalasHapus